
Sebanyak 2.000 anak, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga taman kanak-kanak dan sekolah dasar se-Kabupaten Gresik, Selasa (2/6), menyemarakkan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2009 yang jatuh pada 23 Juli.
Perayaan HAN tahun ini mengambil tema "Aku Anak Indonesia Malu Bodoh, Malu Buta, dan Malu Belang untuk Menjadi Anak yang Cerdas Kreatif dan Sehat yang Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa".
Ketua Panitia Perayaan HAN Gresik, Husnul Khuluq, menyatakan, perayaan HAN 2009 dimeriahkan berbagai lomba anak, mulai dari anak usia PAUD, TK, dan SD. Lomba tingkat PAUD terdiri dari out bond, senam PAUD ceria, mengarang cerita sebelum tidur, teacher award, mencipta senam, membuat alat peraga edukasi (APE), cipta dolanan tradisional, balok unit, dan puzzle.
Lomba tingkat TK meliputi menyanyi tunggal, percakapan dua anak, melukis di atas kipas, bermain sambil bernyanyi, dan tolak pasir (sejenis tolak peluru). Lomba tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yaitu melukis, pidato, senam, baca puisi, pantomim, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Bupati Gresik Robbach Ma'sum mengatakan, anak merupakan generasi penerus bangsa dan umat masa depan. Di tangan anak-anaklah kemajuan bangsa dan negara kelak ditumpukan. Robbach menyatakan keprihatinan atas kemerosotan moral akibat pengaruh teknologi dan komunikasi, dan juga beberapa pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan internet dan situs porno, pergaulan bebas antarpelajar, peredaran narkoba di lingkungan pelajar, dan perkelahian antarpelajar.
Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Indonesia (Himpaudi) Gresik Dewi Azmin mengatakan, banyak sekali perkembangan prestasi para pendidik PAUD Gresik akhir-akhir ini. Baru-baru ini, guru PAUD Gresik berhasil memenangi kejuaraan lomba senam sehat ceria di Provinsi Jawa Timur. "Kami berharap ke depan para guru bisa menciptakan senam sekaligus lagu dan musik senam anak-anak," kata Dewi.
